This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 05 Agustus 2017

Belajar Pemrograman Dasar Arduino

Belajar Pemrograman Dasar Arduino! Seperti yang saya bilang pada postingan sebelumnya, bahasa pemrograman Arduino mirip bahasa C yang digunakan pada AVR. Akan tetapi lebih sederhana, dan lebih mudah untuk dipelajari. Ada yang bilang juga bahwa bahasa pemrograman Arduino adalah bahasa processing. Bagi saya bahasa pemrograman yang digunakan pada Arduino adalah bahasa pemrograman Arduino ;) hehe Nah pada kelas ini saya ingin mengajak kamu untuk belajar Bahasa Pemrograman Dasarnya. Penting sekali, supaya saat dipembahasan selanjutnya saya kasih kamu contoh program. Kamu sudah bisa memahami dan tidak bingung, karena kamu sudah tahu dasarnya. Ok! Baiklah kita akan mulai dari: void setup() { // semua kode yang disini akan dibaca sekali oleh Arduino } void loop() { //semua kode yang ada disini akan dibaca berulang kali (terus menerus) oleh Arduino } Semua kode program yang ada dalam void setup akan dibaca sekali oleh Arduino. Biasanya isinya berupa kode perintah untuk menentukan fungsi pada sebuah pin. Contoh kodenya seperti: pinMode(13, OUTPUT); // menentukan pin 13 sebagai OUTPUT pinMode(3, INPUT); // menentukan pin 3 sebagai INPUT Adapun untuk komunikasi antara Arduino dengan komputer, menggunakan: Serial.begin(9600); // untuk komunikasi Arduino dengan komputer Semua kode program yang ada di void loop akan dibaca setelah void setup dan akan dibaca terus menerus oleh Arduino. Isinya berupa kode-kode perintah kepada pin INPUT dan OUTPUT pada Arduino. Contoh kodenya seperti: digitalWrite(13, HIGH); //untuk memberikan 5V (nyala) kepada pin 13. digitalWrite(13, LOW); //untuk memberikan 0V (mati) kepada pin 13. analogWrite(3, 225); //untuk memberikan nilai 225 (setara dengan 5V) kepada pin 3. Adapun untuk menampilkan nilai pada sebuah sensor di Serial Monitor, bisa menggunaka: Serial.print(namasensor); //menampilkan nilai sensor yang disimpan di variabel nama sensor Untuk menampilkan teks, bis menggunakan: Serial.print("Selamat Datang"); //menampilkan teks Selamat Datang pada Serial Monitor Dan untuk membuka Serial Monitor sendiri pada Arduino, bisa dengan memilih menu Tools kemudian pilih Serial Monitor. Atau dengan menekan kombinasi CTRL+SHIFT+M di keyboard. Atau bisa juga dengan meng-klik ikon Kaca Pembesar di Arduino, seperti gambar dibawah ini: - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - MARI BAHAS LEBIH DETAIL LAGI! CATATAN PADA PROGRAM Kamu bisa membuat catatan pada program dan tidak akan dibaca oleh Arduino, dengan cara mengetikan // kemudian mengetikan catatannya, seperti: void loop() { // catatan pada baris ini tidak akan dibaca oleh program } Tapi pemakaian tanda // hanya berfungsi untuk catatan satu baris saja, jika kamu ingin membuat catatan yang panjang yaitu berupa paragraf. Maka pertama kamu ketikan /* lalu ketikan catatan kamu, dan jika sudah selesai tutup dengan kode */ . Contohnya seperti: void loop() { /* apapun yang kamu mau ketikan disini tidak akan dibaca oleh program sepanjang apapun kamu mengetiknya */ } KURUNG KURAWAL {} Digunakan untuk menentukan awal dan akhir dari program. Karena seperti bahasa pemrograman pada umumnya, Arduino membaca mulai dari atas hingga kebawah. void loop() { ....program ....program ....program } TITIK KOMA ; Setiap baris kode pada Arduino harus diakhiri dengan tanda ; void setup(){ pinMode(13, OUTPUT); } void loop(){ digitalWrite(13, HIGH); } VARIABLES Variabel adalah kode program yang digunakan untuk menyimpan suatu nilai pada sebuah nama. Yang biasa digunakan diantaranya adalah Integer, Long, Boolean, Float, Character. int (integer) Variabel yang paling sering digunakan dan dapat menyimpan data sebesar 2 bytes (16 bits). long (long) Biasa digunakan jika nilai datanya lebih besar dari integer. Menggunakan 4 bytes (32 bits). boolean (boolean) Variabel yang hanya menyimpan nila TRUE dan FALSE saja. Hanya menggunakan 1 bit saja ;) float(float) Digunakan untuk floating point pada nilai decimal. Memory yang digunakan 4 bytes (32 bits). char(character) Menyimpan character berdasarkan ASCII kode (contoh: 'A'=65). Menggunakan 1 byte (8 bits). OPERATOR MATEMATIKA Digunakan untuk memanipulasi nilai dengan perhitungan matematika sederhana seperti: penjumlahan, pengurangan, sama dengan, dan sebagainya. = (sama dengan) (contoh x=10*2 (x sekarang jadi 20)) % (persentase) (contoh 12%10 (hasilnya yaitu 2)) + (penambahan) - (pengurangan) * (perkalian) / (pembagian) OPERATOR PERBANDINGAN Digunakan untuk melakukan perbandingan secara logika. == (sama dengan) contoh: 15 == 10 FALSE atau 15 == 15 TRUE != (tidak sama dengan) contoh: 15 != 10 TRUE atau 15 != 15 FALSE < (lebih kecil dari) contoh: 15 < 10 FALSE atau 12 < 14 TRUE > (lebih besar dari) contoh: 15 > 19 TRUE atau 15 > 10 FALSE STRUKTUR PENGENDALI Program yang digunakan untuk menentukan sebuah kondisi, dan jika kondisinya sudah terpenuhi maka akan melaksanakan perintah yang sudah ditentukan. Dan saat tidak memenuhi kondisinya juga ada perintah yang dilaksanakan oleh Arduino. if(kondisi A) { Kode Perintah A } else if(kondisi B) { Kode Perintah B } else { Kode Perintah C } Pertama Arduino akan lihat Kondisi A. Jika terpenuhi, maka akan melaksanakan Kode Perintah A. Tapi jika TIDAK, Arduino akan lihat Kondisi B. Jika terpenuhi, maka akan melaksanakan Kode Perintah B. Tapi jika TIDAK juga, maka Arduino akan melaksanakan Kode Perintah C. for(int i = 0; i < #repeats; i++) { Kode Perintah } Kode diatas digunakan saat kita ingin mengulangi kode atau nilai dalam beberapa kali. Penjelasan detailnya nanti akan dibahas ketika mencoba membuat projek, biar lebih mudah dipahami, OK. ;) KODE DIGITAL Digunakan untuk pemrograman yang menggunakan Pin Digital pada Arduino. pinMode( pin, mode); Kode diatas digunakan untuk seting mode pin. Pin adalah nomer pin yang akan digunakan, kalo kamu pake Arduino Uno, pin Digitalnya dari 0-13. dan mode sendiri bisa berupa INPUT atau OUTPUT. Contoh: pinMode(13, OUTPUT); // artinya pin 13 digunakan sebagai OUTPUT pinMode(7, INPUT); // artinya pin 7 digunakan sebagai INPUT Dan seperti yang sudah saya bilang untuk kode pinMode itu ada didalam void setup. digitalRead(pin); Kode diatas digunakan pin INPUT, untuk membaca nilai sensor yang ada pada pin. Dan nilainya hanya terbatas pada 1 (TRUE), atau 0 (FALSE). Contoh: digitalRead(13); // artinya kode akan membaca nilai sensor pada pin 13 Kode digitalRead kita masukan dalam void loop. digitalWrite(pin, nilai); Kode diatas digunakan untuk pin OUTPUT yang sudah kita seting apakah akan diberikan HIGH (+5V), atau LOW (Ground). Contoh: digitalWrite(13, HIGH); // artinya pin 13 kita diberi tegangan +5V digitalWrite(13, LOW); // artinya pin 13 kita diberi tegangan 0 / Ground Dan untuk kode digitalWrite tentu saja kita masukan dalam void loop. analogWrite(pin, nilai); Meskipun Arduino adalah perangkat digital, tapi kita masih bisa menggunakan fungsi Analognya pada pin Digital Arduino. Tapi hanya beberap pin saja, yang biasa kita sebut PWM (Pulse With Modulation). Pada Arduino Uno memiliki 6 pin PWM, yaitu: 3,5,6,9, 10, dan 11. Dengan begini nilai yang dihasilkan menjadi bervariasi dari 0-225, itu setara dengan 0-5V. Contoh: analogWrite(3, 150); // artinya pin 3 diberikan nilai sebesar 150 Dan untuk kode analogWrite juga kita masukan dalam void loop. KODE ANALOG Kode analog ini digunakan ketika ingin menggunakan pin Analog pada Arduino. Untuk Arduino Uno pin Analog dari A0-A5. Dan karena ini pin Analog maka hanya bisa kita gunakan sebagai INPUT saja. Dan juga tidak perlu menulis pinMode pada void setup. analogRead(pin); Kode diatas digunakan untuk membaca nilai pada sensor Analog. Yaitu antara 0-1024. Contoh: analogRead(A0); // artinya kode akan membaca nilai sensor pada pin AO. CATATAN: Kode dalam Arduino adalah Case Sensitive. Maksudnya penggunaan huruf kecil atau huruf besar sangat berpengaruh. Masih semangat belajar? Atau kamu malah sudah antusias berlebihan :D Kalau sangat semangat, kamu bisa buka lanjutan kelas dibawah ini... 1. Program Arduino: Menyalakan LED dan BLINK! 2. Program Arduino: BLINK 3 LED Sekaligus! 3. Program Arduino: Digital Read Push Button! 4. Program Arduino: Analog Input Potensiometer! 5. Program Arduino: Sensor Cahaya LDR! 6. Program Arduino: Melody Dalam Speaker! 7. Program Arduino: Sensor Suhu LM35! Selamat Belajar dan Fun ;) Posted by Ajang Rahmat 0 inShare 14 Responses to "Belajar Pemrograman Dasar Arduino!" sekedar shering hasil belajar di atas sob ,, hehehehe ----------------------------------------- // sensor ldr dan 2 button int button1=2; //membuat variabel button1 untuk pin 2 int button2=3; int LED=13; //membuat variabel LED untuk pin 13 int LED2=12; int button1A=0; int button2B=0; int LDR=A2; // membuat variabel sensorLDR untuk pin A2 int sensorNilai=0; void setup(){ pinMode(button1,INPUT); pinMode(button2,INPUT); pinMode(LED, OUTPUT); pinMode(LED2, OUTPUT); Serial.begin(9600); } void loop(){ sensorNilai=analogRead(LDR); button1A=digitalRead(button1); button2B=digitalRead(button2); if(sensorNilai<500){ digitalWrite(LED,HIGH); delay(50); digitalWrite(LED,LOW); delay(50); digitalWrite(LED2,HIGH); delay(50); digitalWrite(LED2, LOW); delay(50); } else if(button1A== HIGH){ digitalWrite(LED,HIGH); delay(button2B); digitalWrite(LED2, LOW); } else if(button2B==HIGH){ digitalWrite(LED, LOW ); digitalWrite(LED2, HIGH); }

Minggu, 16 Oktober 2016

Tutorial Memasukkan Gambar, Audio, Video Pada HTML

Hay guys, selamat datang di my blog. Kali ini saya akan memberikan tutorial cara memasukan gambar, audio, dan video ke html. Oke langsung aja ke tutorialnya, CEKIDOT!

 Untuk memasukkan gambar ke dalam dokumen HTML kita, digunakan tag <img>. Atribut-atribut yang biasa digunakan:

  1. src untuk menunjukkan lokasi file gambar.
  2. align untuk menentukan posisi dari gambar.
  3. height untuk menentukan tinggi gambar dalam pixel ketika ditampilkan di browser.

  4. width untuk menentukan lebar gambar dalam pixel ketika ditampilkan di browser. Apabila tidak disebutkan atribut height dan width, maka ukuran gambar yang ditampilkan di browser akan sama dengan ukuran file.

  5. hspace untuk menentukan jarak antara gambar dengan text secara horizontal.

  6. vspace untuk menentukan jarak antara gambar dengan text secara vertikal.

  7. border untuk menentukan batas-batas pada gambar.
<html>
<head>
<title> Ini contoh memasukkan gambar dalam dokumen </title>
</head>
<body>
<h2> Contoh memasukkan gambar:</h2>
<img src = "lukisan.jpg" vspace = "100" border ="2" align = "right">
</body>
</html>

Tampilan di browser:

































Untuk memasukkan audio ke dalam dokumen HTML kita, digunakan tag <embed>. Atribut-atribut yang digunakan:
  1. src digunakan untuk menentukan lokasi file music
  2. align digunakan untuk menentukan posisi.
  3. border digunakan untuk menentukan batas-batas.
  4. height digunakan untuk menentukan tinggi dari object yang dimasukkan.
  5. width digunakan untuk menentukan lebar dari object yang dimasukkan.
  6. hspace digunakan untuk menentukan jarak horizontal antara object dengan text.
  7. vspace digunakan untuk menentukan jarak vertikal antara object dengan text.
<html>
<head>
<title> Contoh memasukkan file audio </title>
</head>
<body>
<h2> Ini Contoh memasukkan file audio ke dalam dokumen HTML </h2>
<embed src = "pangandaran.mp3" border ="2" align = "right" autostart="false" height = "45" width = "400">
</body>
</html>

Tampilan di browser:

Apabila kita ingin menjadikan lagu "pangandaran.mp3" di atas sebagai lagu latar (background) dalam halaman web kita, maka digunakan tag <bgsound>. Contoh penulisan kode HTML-nya:
<html>
<head>
<title> Contoh memasukkan file audio sebagai background sound </title>
<bgsound src="pangandaran.mp3" loop="-1">
</head>
<body>
</body>
</html>
Untuk memasukkan video ke dalam dokumen HTML, juga digunakan tag yang sama yaitu tag <embed>
Penulisan kode HTML-nya juga menyerupai penulisan kode HTML untuk memasukkan file audio.
Sumber : http://belajar-html.samsoleh.com/tutorial/halaman/7/Memasukkan-gambar-audio-video

Senin, 10 Oktober 2016

CARA DASAR MEMBUAT GRAFFITI 3D BAGI PEMULA

Assalamualikum wr.wb

sobat blogger kali ini saya akan membahas tentang graffiti untuk mengisi blog

pertama saya.
Untuk memggambar graffiti yang bagus di butuhkan sebuah cara 
dasar untuk menggambar/desaign tertentu. Maka dari itu saya akan memberikan

tips tentang cara 
dasar membuat graffiti 3D.

apakah anda ingin membuat gambar seperti ini?

Hasil gambar untuk rasko graffiti 3d
 1-    Pikirkan sebuah kata yang sobat ingin di tulis. Saya beri contoh huruf “A”
 dengan melihatnya saja terasa tidak puas , nah dengan ketidak puasan itulah saya akan memberikan ilmunya sedikit tapi dapat bermanfaat banyak sekali jika sobat dapat mengembangkanya.
Graffiti biasanya  dibuat di tempat tempat yang cukup besar. Seperti disamping rumah/di samping jalan, selain itu biasanya graffiti hanya bisa dilihat dari satu arah atau tidak berefek 3D. maka dari itu saya akan memberikan tipsnya.
Add caption
2-    Ada banyak tempat yang dapat dilalui /di lewati oleh cahaya. Tapi saya lebih memilih menentukan cahaya seperti arah mata angin dengan tambahan cahaya dari tengah seperti gambar di bawah ini

3-    Mulailah untuk menulis kata yang sudah sobat pikirkan. Jika sudah jadi sobat tinggal memilih efek yang suda saya sediakan di bawah ini



 Pertama dari dalam=cahaya dari dalam huruf, jadi efek terlihat mengelilingi huruf

Cahaya dari samping kanan bawah 
  
Cahaya dari samping kanan
  
Cahaya dari bawah
 Cahaya dari sampinng kiri
 Cahaya dari samping kiri atas
 Cahaya dari samping kiri bawah
 Cahaya dari atas
 Cahaya dari samping kanan atas

 Itulah bebrapa efek yang di gunakan kebanyakan orang untuk membuat geriffiti 3D. Meskipun masih banyak lagi seperti:(efek cahaya, shadow/bayangan, air/seperti gumpalan air, kaca dll)

Ket : cahaya masuk dan di sejajarkan dengan efek
Efek=cahaya
Semua efek harus sama maksudnya jika ke samping ke samping semua dll
Cahaya masuk dan di keluarkan sebagai efek 3D
Itulah tips dari saya tentang cara membuat graffiti 3D
Semoga dapat bermanfaat bagi penulis dan pembaca.
<apabila dapat merubah apa yang sudah ada menjadi hal yang baru adalah keistimewaan tersendiri bagi yang merubahnya>

Wassalamualaikum wr.wb

sumber : http://squedcore.blogspot.co.id/2013/12/cara-dasar-membuat-graffiti-3d-bagi.html